Sabtu, 27 September 2008

wargaku terkena chikungunya...oh malangnya gununganku



Penyakit chikungunya kembali menyebar di kawasan Kabupaten Bantul, di daerah Yogyakarta bagian selatan. Setelah tahun lalu menyerang puluhan warga di Kecamatan Kasihan, kini penyakit itu menyerang penduduk di Kecamatan Sanden dan Bambang Lipuro di pesisir selatan Bantul. Penyakit yang disebarkan nyamuk aedes albaphitus ini dalam dua minggu ini sedikitnya 800 warga di Kecamatan Bambanglipuro dan Sanden terserang penyakit tersebut. Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bantul Aries Suyanto, Selasa (20/1) mengakui bahwa chikungunya memang menyerang beberapa wilayah di daerahnya. Chikungunya itu mewabah di 10 dusun di Desa Sumbermulyo. Dalam satu dusun, bisa 100 orang didera penyakit itu. Murtijan (55), Kepala Dusun Gunungan, Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro, mengakui hampir semua warganya menderita chikungunya. ”Ada 100 orang yang tergeletak di rumahnya. Warga kami 400 orang, bahkan ada yang seluruh keluarga sakit semua,” ujarnya. Penyakit itu mulai menyerang daerah itu sejak awal Januari lalu. Sejauh ini belum ada penangangan dari dinas kesehatan terkait. Dulu, jika ada warga yang terkena penyakit itu dengan gejala demam, dinas segera bertindak dengan melakukan penyemprotan massal. Beberapa warga di Desa Srigading, Kecamatan Sanden juga mengaku mengalami tanda-tanda terserang penyakit itu. ”Sampai saat ini, antisipasi kami adalah dengan cara membersihkan dan memberantas sarang nyamuk melalui gerakan membuang, membakar dan menimbun sampah,” kata Aries Suyanto dari Dinas Kesehatan Bantul. Sementara itu Dinas Kesehatan Provinsi DIY yang dihubungi SH, Rabu (21/1), mengakui terjadinya peristiwa yang tergolong luar biasa itu. Menurut Yulia SKM, Kepala Seksi Surveilanf dan Kejadian Luar Biasa (KLB), pihaknya kini tengah menerjunkan tim untuk melacak sarang nyamuk yang memiliki tipe seperti nyamuk Aides agepty itu. Disebutkan, tim yang diturunkan sejak Selasa (20/1) hingga hari ini belum menemukan sarang nyamuk tersebut. ”Mudah-mudahan setelah ditemukan sumbernya, kita bisa menentukan langkah selanjutnya, apakah dilakukan penyemprotan atau dengan cara lainnya,”ujarnya. Sebelumnya demam berdarah di Yogyakarta telah merenggut tiga jiwa. Penyakit itu melanda kawasan Kecamatan Umbulharjo dan Tahunan sejak dua minggu silam.

Tidak ada komentar: